Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Semester IV UMPWR Gelar Pagelaran Seni Drama Jawa "Mubeng Saking Gendhing"
Purworejo – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Semester IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) sukses menyelenggarakan Pagelaran Seni Drama Jawa bertajuk "Mubeng Saking Gendhing" pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Auditorium Kasman Singodimejo Universitas Muhammadiyah Purworejo. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya sehingga menjadi ruang apresiasi budaya yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Pagelaran seni ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkesenian, serta mengapresiasi warisan budaya Jawa melalui seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan kemampuan dalam berakting, tetapi juga menunjukkan kompetensi dalam mengelola sebuah pertunjukan seni yang sarat akan nilai edukatif dan budaya.
Mengangkat lakon "Mubeng Saking Gendhing", pagelaran menghadirkan kisah yang diperkaya dengan iringan gendhing tradisional Jawa. Perpaduan antara dialog, musik, dan unsur dramatikal berhasil menghadirkan pertunjukan yang memikat sekaligus menyampaikan berbagai pesan moral, nilai-nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari budaya Jawa.
Antusiasme penonton yang memenuhi Auditorium Kasman Singodimejo menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan tradisional. Kehadiran berbagai kalangan, mulai dari sivitas akademika hingga masyarakat umum, semakin menambah semarak suasana pagelaran yang berlangsung dengan lancar dan penuh makna.
Melalui penyelenggaraan pagelaran ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Semester 4 berharap seni drama Jawa tetap lestari serta semakin dikenal oleh generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendidikan, kreativitas mahasiswa, dan kolaborasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
