adada
FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo
(0275)321494

Workshop Kampanye Anti Bullying Prodi PPG Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa terhadap Lingkungan Pendidikan yang Aman

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) menyelenggarakan kegiatan Workshop Kampanye Anti Bullying pada Kamis, 21 Mei 2026 bertempat di Ruang Seminar Kampus Sucen. Kegiatan ini diikuti oleh 44 mahasiswa PPG sebagai bentuk edukasi dan penguatan kesadaran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator PPG, Dr. Yuli Widiyono, M.Pd.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa isu bullying masih menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan sehingga calon pendidik perlu memiliki pemahaman yang baik dalam mencegah dan menangani kasus perundungan di sekolah.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan FKIP, Dr. Herlina Setyowati, M.Pd. yang mewakili Dekan FKIP. Beliau menegaskan pentingnya membangun budaya saling menghargai dan empati di lingkungan pendidikan sebagai langkah menciptakan iklim belajar yang positif bagi peserta didik.

Workshop menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi. Materi pertama mengenai Kampanye Anti Bullying dari Perspektif Psikologi disampaikan oleh Dr. Eko Harianto, S.Sos.I., M.S.I.. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan dampak psikologis bullying terhadap korban maupun pelaku, serta pentingnya peran guru dalam membangun komunikasi yang sehat dan mendukung perkembangan emosional peserta didik.

Sementara itu, materi Kampanye Anti Bullying dari Perspektif Hukum disampaikan oleh Dr. Endah Kusuma Dewi, S.H., M.H.. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai aspek hukum terkait tindakan bullying, termasuk bentuk perlindungan hukum bagi korban dan upaya preventif yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan workshop ini, mahasiswa PPG diharapkan mampu menjadi calon pendidik yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari bullying.