adada
FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo
(0275)321494

Dosen Pendidikan Matematika FKIP UMPurworejo Gelar FGD Penelitian Fundamental Reguler Bersama Praktisi Pendidikan Dasar

Purworejo – Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Fundamental Reguler pada Rabu, 3 Juni 2026, bertempat di Hotel Ardiana Purworejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan penelitian untuk memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan pendidikan dasar sekaligus melakukan analisis kebutuhan terhadap pengembangan inovasi pembelajaran matematika yang inklusif dan berbasis teknologi.

FGD dihadiri oleh kepala sekolah, guru kelas IV, dan guru kelas V dari beberapa sekolah dasar di Kabupaten Purworejo, yaitu SDN Purworejo, SDN Sindurjan, SDN 1 Pangenrejo, SD Muhammadiyah Purworejo, dan SD Ulul Albab 2 Purworejo. Kehadiran para praktisi pendidikan tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif dan pengalaman lapangan yang berharga bagi pengembangan produk penelitian.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FKIP UMPurworejo, Dr. Herlina Setyowati, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghasilkan inovasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Menurutnya, penelitian yang melibatkan guru dan sekolah sebagai mitra strategis akan memberikan dampak yang lebih nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

Selanjutnya, Dr. Riawan Yudi Purwoko, S.Si., M.Pd. selaku koordinator kegiatan memberikan pengantar program. Ia menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari upaya pengembangan produk penelitian yang berorientasi pada peningkatan kemampuan numerasi siswa, khususnya bagi peserta didik yang memerlukan layanan pembelajaran khusus. Melalui diskusi bersama para guru, tim peneliti dapat memperoleh informasi yang komprehensif mengenai kebutuhan, tantangan, dan peluang implementasi produk yang sedang dikembangkan.

Pada sesi presentasi, Tim Peneliti 1 yang diketuai oleh Dr. Puji Nugraheni, S.Si., M.Pd. dengan anggota Muhammad Fauzan Gustafi, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Siber Muhammadiyah, Dita Yuzianah, M.Pd., dan Widyaning Hapsari, M.Psi., memaparkan penelitian berjudul “Desain Konseptual DeepMath-AR: Multimedia Berbasis Augmented Reality Berkonteks Budaya Jawa untuk Penguatan Kemampuan Numerasi Siswa Inklusif.”

DeepMath-AR merupakan inovasi media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) yang mengintegrasikan konsep matematika dengan konteks budaya Jawa dalam suasana pembelajaran yang inklusif. Produk ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih visual, interaktif, dan kontekstual sehingga membantu siswa, khususnya slow learner, dalam memahami konsep numerasi secara lebih konkret. Selain memanfaatkan teknologi adaptif, DeepMath-AR juga mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pengalaman belajar yang bermakna.

Sementara itu, Tim Peneliti 2 yang diketuai oleh Wharyanti Ika Purwaningsih, M.Pd. bersama anggota Rintis Rizkia Pengestika, M.Pd. dan Riska Dwi Handayani, M.Kom. dari STMIK Bina Patria Magelang mempresentasikan penelitian berjudul “Model Konseptual Smart Andro-Math (SAM): Multimedia Pembelajaran Matematika Berbasis Deep Learning with Augmented Reality untuk Menstimulasi Kemampuan Numerasi Siswa Diskalkulia.”

Smart Andro-Math (SAM) merupakan inovasi media pembelajaran berbasis Android yang memanfaatkan pendekatan Deep Learning dan Augmented Reality untuk membantu siswa yang mengalami diskalkulia dalam meningkatkan kemampuan numerasi. SAM dirancang sebagai multimedia pembelajaran yang inklusif sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, menarik, dan memotivasi siswa. Melalui teknologi yang dikembangkan, produk ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan efektif dalam menstimulasi kemampuan literasi numerasi peserta didik.

Setelah pemaparan dari kedua tim peneliti, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi paralel yang melibatkan para kepala sekolah dan guru peserta FGD. Dalam sesi ini, peserta memberikan berbagai masukan terkait kebutuhan pembelajaran matematika di sekolah dasar, karakteristik siswa, tantangan pembelajaran inklusif, serta potensi implementasi teknologi dalam mendukung peningkatan kemampuan numerasi siswa.

Sebagai bagian dari proses pengumpulan data penelitian, peserta juga mengisi angket instrumen analisis kebutuhan yang telah disiapkan oleh masing-masing tim peneliti. Hasil dari diskusi dan pengisian instrumen tersebut akan menjadi dasar dalam penyempurnaan desain konseptual produk yang sedang dikembangkan.

Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan lahir inovasi pembelajaran matematika yang tidak hanya memanfaatkan perkembangan teknologi terkini, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di sekolah, mendukung pendidikan inklusif, serta memperkuat kemampuan numerasi peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21.